Jumat, 21 Juli 2023

Jenis Penelitian Quasi Eksperimen

Penelitian quasi-eksperimen adalah salah satu jenis penelitian yang sering dilakukan dalam bidang ilmu sosial dan perilaku manusia. Penelitian ini memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari penelitian eksperimen sejati, yaitu pengontrolan yang kurang ketat terhadap faktor-faktor luar yang dapat memengaruhi hasil penelitian.

Salah satu contoh penelitian quasi-eksperimen adalah penelitian tentang pengaruh program pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan di suatu perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kinerja karyawan yang mengikuti program pelatihan dengan kinerja karyawan yang tidak mengikuti program pelatihan. Namun, karena tidak mungkin untuk mengontrol faktor-faktor luar yang dapat memengaruhi kinerja karyawan, seperti motivasi, pengalaman kerja, atau karakteristik pribadi, maka penelitian ini dianggap sebagai quasi-eksperimen.

Terdapat beberapa jenis penelitian quasi-eksperimen yang umum dilakukan, antara lain:

1. Penelitian dengan kelompok kontrol tidak acak (non-randomized control group design)

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan dua kelompok yang telah dibentuk sebelumnya, yaitu kelompok eksperimen yang diberi perlakuan atau intervensi, dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan atau intervensi. Contoh penelitian ini adalah pengaruh penggunaan teknologi pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa, dimana kelompok eksperimen menggunakan teknologi pembelajaran, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional.

2. Penelitian dengan kelompok kontrol yang acak (randomized control group design)

Penelitian ini dilakukan dengan memilih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara acak dari populasi yang sama. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kemungkinan adanya perbedaan karakteristik antara kedua kelompok yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Contoh penelitian ini adalah pengaruh pemberian feedback terhadap kinerja siswa dalam ujian, dimana kelompok eksperimen diberi feedback, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi feedback.

3. Penelitian dengan satu kelompok pra dan pasca (pretest-posttest design)

Penelitian ini dilakukan dengan mengukur variabel yang sama pada kelompok yang sama sebelum dan setelah perlakuan atau intervensi diberikan. Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan yang terjadi akibat perlakuan atau intervensi tersebut. Contoh penelitian ini adalah pengaruh program diet terhadap berat badan, dimana berat badan peserta diukur sebelum dan setelah mengikuti program diet.

Kelebihan dari penelitian quasi-eksperimen adalah memungkinkan peneliti untuk menguji hipotesis tentang pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dalam konteks kehidupan nyata. Namun, penelitian ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain sulitnya mengontrol faktor-faktor luar yang dapat memengaruhi hasil penelitian, serta kemungkinan adanya perbedaan karakter