Minggu, 23 Juli 2023

Jenis-Jenis Kontrasepsi Menurut Bkkbn Pdf

Kontrasepsi adalah salah satu cara untuk mengendalikan kelahiran. Kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan dengan mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan saat berhubungan seksual. Ada banyak jenis kontrasepsi yang tersedia di pasaran, mulai dari yang dapat diperoleh secara bebas di apotek hingga yang memerlukan resep dari dokter. Di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah merilis panduan mengenai jenis-jenis kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pasangan untuk mengendalikan kelahiran.

Berikut adalah beberapa jenis kontrasepsi menurut panduan BKKBN:

1. Pil KB: Pil KB adalah kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon progesteron dan/atau estrogen. Pil KB dapat diambil setiap hari pada waktu yang sama untuk mencegah kehamilan. Pil KB sangat efektif dalam mencegah kehamilan, tetapi tidak melindungi dari penyakit menular seksual.

2. Suntikan KB: Suntikan KB adalah kontrasepsi yang diberikan dalam bentuk suntikan setiap 1-3 bulan. Suntikan KB mengandung hormon progesteron yang bekerja untuk mencegah ovulasi. Efektivitas suntikan KB lebih tinggi dibandingkan dengan pil KB.

3. IUD: IUD atau Intra Uterine Device adalah alat kontrasepsi yang diletakkan di dalam rahim. IUD bekerja dengan menghambat sperma agar tidak mencapai sel telur yang telah dikeluarkan dari ovarium. IUD memiliki efektivitas yang sangat tinggi dan dapat bertahan selama 5-10 tahun tergantung pada jenis dan merek.

4. Kondom: Kondom adalah alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Kondom bekerja dengan menghalangi sperma agar tidak mencapai sel telur yang telah dikeluarkan dari ovarium. Selain mencegah kehamilan, kondom juga dapat melindungi dari penyakit menular seksual.

5. Pil darurat: Pil darurat adalah jenis kontrasepsi yang dapat diambil dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seksual. Pil darurat mengandung hormon progesteron dan bekerja untuk mencegah ovulasi. Pil darurat bukanlah metode kontrasepsi yang seharusnya digunakan secara rutin, melainkan sebagai metode kontrasepsi darurat apabila terjadi kegagalan metode kontrasepsi lainnya.

6. Sterilisasi: Sterilisasi adalah tindakan medis untuk mencegah kehamilan secara permanen. Pada wanita, sterilisasi dilakukan dengan memutus saluran tuba falopi, sedangkan pada pria, sterilisasi dilakukan dengan memutus saluran vas deferens.

Itulah beberapa jenis kontrasepsi menurut panduan BKKBN. Penting untuk mengetahui jenis-jenis kontrasepsi yang ada dan memilih yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi dan saran yang lebih terperinci mengenai jenis kontrasepsi yang dapat